MagzNetwork

Blog ini banyak berisi artikel yang sedang trend di pasaran, juga berbagai topik dan artikel hangat selalu dibahas di sini… Bagi para pembaca yang sudah bersedia berkunjung di blog ku yang masih sederhana ini, apalagi mau memberikan respon, koreksi atau pun komentar aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. Insya Allah akan aku respon balik. Tanpa kawan-kawan, blog ini takkan berarti sama-sekali. Jadi, selamat menjelajahi blog ku ini! Jangan lupa post-kan komentar ya!!! Kutunggu selalu! Terimakasih…

Academy Awards 2010 : Siapa Pilihan Anda?

Diposkan oleh Muhammad Ikhwan Anas | 12:49:00 | , | 0 KOMENTAR »

Ajang penghargaan tertinggi bagi insan film dunia atau Academy Awards ke 82 mulai terasa gaungnya. Nama-nama para unggulan telah diumumkan di Beverly Hill, Los Angeles, Selasa (2/2/2010). Aktris Anne Hathaway, yang didampingi oleh Presiden AMPAS (Academy of Motion Picture Arts and Sciences), Tom Sherak, membacakan para nominasi Oscar 2010 tahun ini.

Penghargaan yang kali pertama diselenggarakan pada 16 Mei 1929 ini rencananya akan dilangsungkan di Kodak Theatre, Los Angeles, 7 Maret 2010. Dan akan dipandu oleh aktor kocak Steve Martin dan aktor Alec Baldwin.



Siapa saja para unggulan Oscar tahun ini? Simak daftar berikut :

FILM TERBAIK

Avatar : James Cameron, Jon Landau
The Blind Side (Nominees to be determined)
District 9 : Peter Jackson, Carolynne Cunningham
An Education : Finola Dwyer, Amanda Posey
The Hurt Locker : Nominees to be determined
Inglourious Basterds : Lawrence Bender
Precious: Based on the Novel Push by Sapphire: Lee Daniels, Sarah Siegel-Magness, Gary Magness
A Serious Man: Joel Coen, Ethan Coen
Up : Jonas Rivera
Up in the Air : Daniel Dubiecki, Ivan Reitman, Jason Reitman

AKTOR TERBAIK

Jeff Bridges (Crazy Heart)
George Clooney (Up in the Air)
Colin Firth (A Single Man)
Morgan Freeman (Invictus)
Jeremy Renner (The Hurt Locker)

AKTRIS TERBAIK

Sandra Bullock (The Blind Side)
Helen Mirren (The Last Station)
Carey Mulligan (An Education)
Gabourey Sidibe (Precious: Based on the Novel Push by Sapphire)
Meryl Streep (Julie & Julia)

AKTOR PENDUKUNG TERBAIK

Matt Damon (Invictus)
Woody Harrelson (The Messenger)
Christopher Plummer (The Last Station)
Stanley Tucci (The Lovely Bones)
Christoph Waltz (Inglourious Basterds)

AKTOR PENDUKUNG TERBAIK

Penélope Cruz (Nine)
Vera Farmiga (Up in the Air)
Maggie Gyllenhaal (Crazy Heart)
Anna Kendrick (Up in the Air)
Mo'Nique (Precious: Based on the Novel Push by Sapphire)

SUTRADARA TERBAIK

Kathryn Bigelow (The Hurt Locker)
James Cameron (Avatar)
Lee Daniels (Precious: Based on the Novel Push by Sapphire)
Jason Reitman (Up in the Air)
Quentin Tarantino (Inglourious Basterds)

NASKAH ASLI TERBAIK

The Hurt Locker: Mark Boal
Inglourious Basterds: Quentin Tarantino
The Messenger: Alessandro Camon, Oren Moverman
A Serious Man: Joel Coen, Ethan Coen
Up: Bob Peterson, Pete Docter, Thomas McCarthy

NASKAH ADAPTASI TERBAIK

District 9: Neill Blomkamp, Terri Tatchell
An Education: Nick Hornby
In the Loop: Jesse Armstrong, Simon Blackwell, Armando Iannucci, Tony Roche
Precious: Based on the Novel Push by Sapphire": Geoffrey Fletcher
Up in the Air: Jason Reitman, Sheldon Turner

SINEMATOGRAFI TERBAIK

Avatar: Mauro Fiore
Das weisse Band - Eine deutsche Kindergeschichte: Christian Berger
Harry Potter and the Half-Blood Prince: Bruno Delbonnel
The Hurt Locker: Barry Ackroyd
Inglourious Basterds: Robert Richardson

PENYUNTING TERBAIK

Avatar: Stephen E. Rivkin, John Refoua, James Cameron
District 9: Julian Clarke
The Hurt Locker: Bob Murawski, Chris Innis
Inglourious Basterds: Sally Menke
Precious: Based on the Novel Push by Sapphire: Joe Klotz

PENATA ARTISTIK TERBAIK

Avatar: Rick Carter, Robert Stromberg, Kim Sinclair
The Imaginarium of Doctor Parnassus: David Warren, Anastasia Masaro, Caroline Smith
Nine: John Myhre, Gordon Sim
Sherlock Holmes: Sarah Greenwood, Katie Spencer
The Young Victoria: Patrice Vermette, Maggie Gray

PENATA KOSTUM TERBAIK

Bright Star: Janet Patterson
Coco avant Chanel: Catherine Leterrier
The Imaginarium of Doctor Parnassus: Monique Prudhomme
Nine: Colleen Atwood
The Young Victoria: Sandy Powell

PENATA RIAS TERBAIK

Il divo: Aldo Signoretti, Vittorio Sodano
Star Trek: Barney Burman, Mindy Hall, Joel Harlow
The Young Victoria: John Henry Gordon, Jenny Shircore

ARANSEMEN LAGU TERBAIK

Avatar: James Horner
Fantastic Mr. Fox: Alexandre Desplat
The Hurt Locker: Marco Beltrami, Buck Sanders
Sherlock Holmes: Hans Zimmer
Up: Michael Giacchino

LAGU TERBAIK

The Weary Kind (Crazy Heart, T-Bone Burnett, Ryan Bingham)
Loin de Paname (Faubourg 36, Reinhardt Wagner, Frank Thomas
Take It All (Nine, Maury Yeston)
Almost There (The Princess and the Frog, Randy Newman)
Down in New Orleans (The Princess and the Frog, Randy Newman)

PENATA SUARA TERBAIK

Avatar: Christopher Boyes, Gary Summers, Andy Nelson, Tony Johnson
The Hurt Locker: Paul N.J. Ottosson, Ray Beckett
Inglourious Basterds: Michael Minkler, Tony Lamberti, Mark Ulano
Star Trek: Anna Behlmer, Andy Nelson, Peter J. Devlin
Transformers: Revenge of the Fallen: Greg P. Russell, Gary Summers, Geoffrey Patterson

PENYUNTING SUARA TERBAIK

Avatar: Christopher Boyes, Gwendolyn Yates Whittle
The Hurt Locker: Paul N.J. Ottosson
Inglourious Basterds: Wylie Stateman
Star Trek: Mark P. Stoeckinger, Alan Rankin
Up: Michael Silvers, Tom Myers

EFEK VISUAL TERBAIK

Avatar: Joe Letteri, Stephen Rosenbaum, Richard Baneham, Andy Jones
District 9: Dan Kaufman, Peter Muyzers, Robert Habros, Matt Aitken
Star Trek: Roger Guyett, Russell Earl, Paul Kavanagh, Burt Dalton

ANIMASI TERBAIK

Coraline: Henry Selick
Fantastic Mr. Fox: Wes Anderson
The Princess and the Frog: John Musker, Ron Clements
The Secret of Kells: Tomm Moore
Up: Pete Docter

FILM ASING TERBAIK

Ajami (Israel)
Das weisse Band - Eine deutsche Kindergeschichte (Jerman)
El secreto de sus ojos (Argentina)
Un prophète (Perancis)
La teta asustada (Peru)

FILM DOKUMENTER TERBAIK

Burma VJ: Reporter i et lukket land: Anders Østergaard, Lise Lense-Møller
The Cove: Nominees to be determined
Food, Inc.: Robert Kenner, Elise Pearlstein
The Most Dangerous Man in America: Judith Ehrlich, Rick Goldsmith
Which Way Home: Rebecca Cammisa

FILM DOKUMENTASI PENDEK TERBAIK

China's Unnatural Disaster: The Tears of Sichuan Province: Jon Alpert, Matthew O'Neill
The Last Campaign of Governor Booth Gardner: Daniel Junge, Henry Ansbacher
The Last Truck: Closing of a GM Plant: Steven Bognar, Julia Reichert
Królik po berlinsku: Bartosz Konopka, Anna Wydra
Music by Prudence: Roger Ross Williams, Elinor Burkett

FILM ANIMASI PENDEK TERBAIK

French Roast: Fabrice Joubert
Granny O'Grimm's Sleeping Beauty: Nicky Phelan, Darragh O'Connell
La dama y la muerte: Javier Recio Gracia
Logorama: Nicolas Schmerkin
Wallace and Gromit in 'A Matter of Loaf and Death: Nick Park

FILM PENDEK TERBAIK

The Door: Juanita Wilson, James Flynn
Istället för abrakadabra: Patrik Eklund, Mathias Fjällström
Kavi: Gregg Helvey
Miracle Fish: Luke Doolan, Drew Bailey
The New Tenants: Joachim Back, Tivi Magnusson

Dari daftar diatas, siapa yang Anda jagokan?


---------------------------------------------------------------------
Ingin membantu blog ini???? Silakan klik iklan di bawah... (SUKARELA)





Baca Selengkapnya...

Film Edensor Produksi 2012

Diposkan oleh Muhammad Ikhwan Anas | 12:27:00 | , | 0 KOMENTAR »

Yogyakarta (Anas Filatelis) - Mungkin aku terlalu terobsesi dengan tema ini. Karena baru beberapa hari yang lalu, aku juga memposting tulisan dengan tema serupa. Namun untuk postingan kali ini, aku takkan membahas lagi postingan yang lalu.

Untuk postingan kali ini, aku akan mengupdate info tentang kabar terbaru film Edensor. Mungkin kalian masih ada yang bingung, apa sih Edensor itu? Oke, secara geografis, Edensor adalah nama sebuah desa di Inggris. Namun secara "khasanah sastra" Edensor merupakan salah satu dari 4 buku seri Tetralogi Laskar Pelangi, merupakan sekuel Sang Pemimpi.



Nah, dalam waktu dekat ini, Edensor akan di ’translate-kan’ ke dalam bentuk layar lebar. Dan film ini mulai memasuki tahap skenario saat film Sang Pemimpi memasuki tahap syuting/ produksi. Satu pertanyaan inti, kapan film Edensor akan tayang?

Riri Riza, sang sutradara, menuturkan bahwa film Edensor paling cepat dirilis pada tahun 2011, tetapi kemungkinan besar, film Edensor akan keluar 2012. Sesuai dengan desas-desus yang beredar.

Lokasi pembuatan film tersebut mengambil 90% syuting di Eropa dan 10% di Belitong dan Jakarta. Powerful! Inilah film Indonesia paling spektakuler!

"Kita mengambil 90% syuting di Eropa dan 10% di Belitong dan Jakarta. Tentu saja pendanaannya memakan biaya dua kali lebih besar." Ucap Riri Riza saat menghadiri nonton bareng Sang Pemimpi di ’21’ PIM Palembang.

Untuk kalian yang semakin penasaran dengan film ini, selalu nantikan postinganku yang akan datang, aku akan terus memberitahukan pada kalian tentang informasi terbaru film Edensor ini. Salam Tetralogi Laskar Pelangi!!!

--------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------

Oleh: Muhammad Ikhwan Anas

anaz_filatelis@yahoo.com


---------------------------------------------------------------------
Ingin membantu blog ini???? Silakan klik iklan di bawah... (SUKARELA)





Baca Selengkapnya...

Sensitifkah Pemerintah???

Diposkan oleh Muhammad Ikhwan Anas | 12:25:00 | , | 0 KOMENTAR »

Yogyakarta (Anas Filatelis) - Akhir-akhir ini rakyat Indonesia sedang geger masalah sidang Century. Aku sendiri bingung kapan bisa selesai??? Berdoa saja. Rakyat juga sedang heboh-hebohnya masalah etika pejabat Senayan yang seperti tak mengetahui masalah norma kesopanan.

Lupakan kedua hal di atas. Lain halnya dengan masalah lainnya ini. Ini lebih geger daripada yang tergeger! Rakyat Indonesia agaknya pantas untuk merasa seperti ditusuk dari belakang.

Bagaimana tidak??? Dana milyaran rupiah digunakan untuk hal-hal yang menurut pandanganku kurang LAYAK.

Misalnya saja, mobil untuk para menteri dan pejabat pusat! Aku sangat tercengang dengan nominalnya! @ Rp. 1,3 Milyar! Coba kalikan dengan banyaknya orang yang menerimanya! Padahal apabila aku lihat, mobil yang lama masih ’sangat-sangat’ layak pakai! Heran!



Kemudian renovasi ’Pagar Istana Presiden dan Wapres’. Untuk kalian yang belum mengetahuinya pasti akan sangat syok dengan nominalnya!!! Rp. 22 milyar!!! WOW!!! Bagaimana bisa, renovasi pagar saja bisa menelan biaya se-fantastis itu??? Ah... jangan tanya padaku! Aku takkan paham!

Kemudian renovasi rumah anggota DPR (sekitar 500 rumah) yang mencapai angka Rp. 350-an milyar! POWERFUL!!! Aku tak bisa membayangkan berapa meter tinggi uang itu apabila ditumpuk, dan berapa kilometer uang itu kalau dijajar! Silakan hitung. Padahal rumah tersebut sama-sekali tak rusak!

Dan puncaknya, adalah gosip pembelian pesawat kepresidenan seharga Rp. 700 milyar! Fantastis! Bombastis! Luar Biasa! Mengerikan! WOW! Powerful! Astaga! (dan masih banyak kata keterkejutan lainnya) Apakah Indonesia mau menyaingi AS???

Kalau AS sih wajar mempunyai pesawat (Air Forces 1), karena disana keselamatan presiden sangat tidak aman. Karena sewaktu-waktu bisa saja ada orang yang tak bertanggung jawab mau melayangkan hidup beliau! Tapi Indonesia??? Apakah ada yang berani sampai senekad itu sehingga harus membeli pesawat juga??? Ah! jangan tanyakan ini juga padaku!

Aku tak habis pikir! Kenapa uang sebanyak itu bisa sangat mudah mengucur untuk pejabat, sedang untuk rakyat, mereka harus bekerja mati-matian sampai-sampai nyawa sendiri berani mereka pertaruhkan hanya untuk mendapatkan makan tanpa ada bantuan yang turun untuk mereka. Apakah begini Indonesia???

Kita ambil contoh pengeluaran dana yang paling membuatku hampir semaput mendengarnya. Pagar Istana! Pusing aku! Dana renovasi pagar yang sampai Rp. 22 milyar apabila kita nalar, kan bisa pemerintah gunakan membeli beras untuk kesejahteraan rakyat kecil??? Bisa sampai beratus-ratus ton itu!!!

Aku bukannya mau memojokkan atau menjelek-jelekkan pemerintah, namun apakah etis apabila pemerintah mengeluarkan dana sebanyak itu untuk kepentingan yang sebenarnya tidak terlalu penting? Sedang rakyat miskin di sana, di bawah kolong jembatan, di tempat pembuangan sampah, di bantaran sungai, mereka hidup sangat menderita, dengan ancaman yang sangat luar biasa setiap harinya!

Di kasus hukum, seperti istananya Artalyta. Mungkin apabila tak ada langkah tegas, kasus itu takkan bisa mengapung di permukaan. Aku takkan melihat kasusnya. Tapi aku melihat masa hukumannya. Artalyta hanya dihukum 5 tahun penjara gara-gara masalah korupsi miliaran dan suap terhadap beberapa petinggi negara, sedangkan sepasang suami istri di (aku lupa tempatnya) diancam hukuman 7 tahun penjara hanya gara-gara mencuri setandan pisang!

SUPER FANTASTIS!!!

Jujur! Apabila aku mengenang masalah ini, aku nangis betul! Sangat tidak adil, dimana hukum masih berpihak pada mereka yang berduit!

Satu pertanyaan terbesar kita: SENSITIFKAH PEMERINTAH???

-------------------------------------------------------

--------------------------------------------------------

Oleh: Muhammad Ikhwan Anas

anaz_filatelis@yahoo.com


---------------------------------------------------------------------
Ingin membantu blog ini???? Silakan klik iklan di bawah... (SUKARELA)





Baca Selengkapnya...

Yogyakarta (Anas Filatelis) - Seperti janjiku di postingan beberapa waktu yang lalu, aku akan memenuhinya hari ini. Untuk kalian yang belum membaca postinganku sebelumnya (judul postingnya: LIRIK-LIRIK OST FILM SANG PEMIMPI) pasti akan bertanya-tanya: Apa janji yang kubuat???

Okelah... Aku tulis lagi. Sebelumnya, tepatnya di postinganku sebelumnya, aku belum mencantumkan lirik untuk lagunya Bonita - Komidi Putar. Bukannya malas, tapi aku masih bingung dengan lagunya! Karena ada beberapa kata yang membuat aku ragu dan bimbang! (cieileh!!!)



Nah! Untuk mengawali bulan Februari ini, aku akan memenuhi janjiku dulu. Tak lupa aku cantumkan kalimat: Berjuta-juta (wah lebai!... biarin!!!) terimakasih untuk Tetralogi Laskar Pelangi yang telah memberiku banyak sekali inspirasi dan semangat! Kuharap Andrea Hirata atau Mira Lesmana atau Riri Riza atau yang lainnya bisa nyasar di blog ini... Amien...

Okelah... Daripada berlama-lama. Silakan langsung saja kopi postingan kali ini, kemudian download saja lagunya langsung. Aku rekomendasikan untuk membeli CD originalnya juga! Biar lebih afdol... Buat yang belum nonton filmnya, "HARUS SABAR MENUNGGU VCD/ DVD ORIGINALNYA KELUAR!!! Hehehe... Siapa suruh ketinggalan kereta???"
Bonita - Komidi Putar

kuda-kuda cantik
melayang berputar
kaca-kaca antik menghias laga
musik karnaval berkumandang
ceriakan malam penuh pesona

maukah kau jadi pangeranku?
apakah hatiku diriku di keramaian?

kuda-kuda cantik
melayang berputar
kaca-kaca antik menghias laga
musik karnaval berkumandang
dan aku seorang jelata


komidi putar
tempat ku kenali
komidi putar
tempat ku berlayar

kuda-kuda cantik
melayang berputar
kaca-kaca antik menghias laga
musik karnaval berkumandang
dan aku seorang putri

komidi putar
tempat ku tamasya
seperti dunia
putarannya pelan penuh mimpi

komidi putar
tempat ku bermain
sekarang jelata
lain waktu putri

-------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------

Oleh: Muhammad Ikhwan Anas

anaz_filatelis@yahoo.com


---------------------------------------------------------------------
Ingin membantu blog ini???? Silakan klik iklan di bawah... (SUKARELA)



Baca Selengkapnya...

Yogyakarta (Anas Filatelis) - Film sekuel Laskar Pelangi, "Sang Pemimpi" baru saja meramaikan jagad layar lebar Indonesia, dan kini sedang mencoba untuk merambah dunia internasional, mencoba mengulang sukses yang telah diraih prekuelnya.

Nah, bagi kalian yang telah mengetahui tentang tetralogi ini, maka kalian tentu tahu bahwa Sang Pemimpi masih memiliki sekuel, yaitu Edensor. Buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi.

Edensor, yang merupakan nama sebuah desa di United Kingdom (Inggris) diangkat Andrea Hirata menjadi salah satu judul novel fenomenalnya.

Tak bisa dipungkiri, bahwa Edensor adalah desa yang luarbiasa indah! Tak percaya??? Coba lihat gambar disamping. Ya! Itulah Edensor. Kalian pasti berpikir: darimana Andrea Hirata tahu tentang Edensor? Padahal ia adalah anak asli... sli... sli... Belitong! Yang merupakan mantan ’kuli ngambat’.



Kisah jalinan Andrea Hirata dan Edensor sendiri telah dijabarkan secara ’terperinci’ di dalam novel Laskar Pelangi. Yang mana, saat itu Ikal ditinggal A Ling ke Jakarta, dan sebelumnya A Ling menitipkan sebuah kotak kepada Ikal, nah, di dalam kotak tersebut A Ling memberikan kepada Ikal sebuah buku karangan Herriot yang di dalamnya terdapat cerita yang mendeskripsikan tentang keindahan Edensor. Seketika, Ikal (Andrea Hirata) langsung jatuh cinta pada Edensor.

Menurut prekuel Edensor, Sang Pemimpi, di bagian akhir cerita dikisahkan bahwa Ikal dan Arai berhasil mendapatkan beasiswa ke Universite de Sorbonne, Paris, Prancis! Di prekuel itu juga, mereka mengatakan bahwa mereka akan menjelajahi Eropa sampai ke Afrika!

Mustahil??? Mungkin...

Tapi... Samasekali tidak!!! Di novel Edensor, mereka berhasil menakhlukkan Eropa dan Afrika hanya dengan skill pas pasan! Gila! Oh Ya! Mereka memang biangnya hal-hal gila! Namun anehnya, setiap kegilaan yang mereka buat selalu berhasil terwujud ke dalam realita!

Nah, apabila Film Edensor dibuat berdasarkan seting asli novel, maka aku berani sanksi! Edensor akan menjadi film termahal yang pernah dibuat oleh anak negeri! Bahkan, pasti Edensor akan menjadi film Indonesia paling "WOW" dalam dekade ini.

Bagaimana tidak, coba??? Syutingnya saja bisa sampai di tiga benua!!! Asia (waktu menjelaskan masa kecil dan kelahiran Ikal), Eropa dan Afrika (waktu mewujudkan mimpi mereka sekaligus mencari cinta paling dahsyat Ikal, A Ling).

Nah, kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya. Kita semua berharap bahwa film Edensor akan menjadi film yang luar biasa, dan kita juga berharap bahwa film ini nanti akan dengan detil memotret keindahan Edensor!

-----------------------------------------------------

------------------------------------------------------------

Oleh: Muhammad Ikhwan Anas

anaz_filatelis@yahoo.com

Baca Selengkapnya...

2nd www.anasfilatelis.blogspot.com (www.aef.co.cc)

Diposkan oleh Muhammad Ikhwan Anas | 15:03:00 | | 0 KOMENTAR »

Baca Selengkapnya...

Yogyakarta (Anas Filatelis) - Mataku terpaku ketika berhenti di depan tumpukan buku dengan kaver tiga pemuda yang sedang berlari di atas sebuah jembatan kayu. Aku tak asing dengan kaver itu.

Yah!

Itulah kaver film Sang Pemimpi, film sekuel Laskar Pelangi dan prekuel Edensor, yang sekaligus dijadikan kaver novel Sang Pemimpi edisi revisi.

Satu pertanyaan pembuka saja: Apa bedanya dengan edisi lama?

Novel Sang Pemimpi, pertama kali terbit pada Juli 2006, diterbitkan oleh PT. Bentang Pustaka. Dibanding Laskar Pelangi, novel ini lebih tipis. Sebut saja tebalnya kurang lebih separo dari Laskar Pelangi, lebih spesifiknya separo lebih sedikit.



Inilah novel kedua Andrea Hirata dalam jajaran tetralogi novel paling powerful di Indonesia. Dan pada November 2009, novel ini berubah wajah. Dari yang ber-background biru laut (lihat di samping) menjadi background ungu dominan (lihat di awal postingan).

Selain berganti rupa, ternyata novel ini sekaligus mengadakan revisi lainnya. Dan untuk menjawab pertanyaan utama di awal posting, akan mulai aku bahas di bawah...

Untuk edisi revisi, tak ada secuilpun jalan cerita yang ditambah atau dikurangi, tetap sama dengan edisi sebelumnya, hanya ejaan dan tanda baca saja yang dikoreksi.

Oh ya!!! Hampir aku lupa! Novel Sang Pemimpi memulai edisi revisi setelah menginjak cetakan ke 26! Wow! Luar biasa ga tuh??? Baru tiga tahun beredar langsung 26 cetakan! Padahal aku yakin pasti PT. Bentang Pustaka mencetak novel tersebut gila-gilaan jumlahnya! Serta ada sedikit perubahan kecil lagi. Tulisan "NATIONAL BEST SELER" diubah menjadi "MEGA BEST SELLER".

Nah... Back to point!

Untuk jumlah bab, inilah yang paling mencolok dan paling besar perubahannya. Dari edisi lama hanya ada 18 bab, untuk edisi revisi, jumlah 18 bab tersebut dipecah lagi menjadi 28 halaman. Tambahan 10 bab. Namun sekali lagi! Antara edisi lama dan edisi revisi tak ada perbedaan isi secuil pun! Edisi revisi mempunyai +10 bab dari edisi sebelumnya, tak lain itu adalah pemecahan dari 18 bab di edisi lama. Semisal satu bab di edisi lama, kemudian dipecah menjadi 3 bab di edisi revisi.

Untuk jumlah halaman, hanya selisih sedikit. Selisih tersebut terjadi karena penerbit melakukan pemecahan bab seperti yang sudah ku utarakan diatas. Tidak masalah!

Oh! Untuk letak gambar kaver-kaver novel tetralogi Laskar Pelangi lainnya (yang biasanya terletak di balik kaver depan) dipindah! Dari di balik kaver depan menjadi di balik kaver belakang. Dan di kaver belakang, sekarang tidak berisi ringkasan dari novel Sang Pemimpi lagi! Kaver belakang edisi revisi berisi foto black white close up sang empunya buku. Andrea Hirata.

Untuk edisi revisi, sepertinya hanya terbatas untuk hal-hal diatas saja. Yang jelas, edisi lama ataupun edisi revisi sama saja! Sama-sama memberi semangat dan motivasi! Okelah, untuk kalian yang belum membaca bukunya, atau ingin membeli lagi buku Sang Pemimpi edisi revisi sebagai koleksi, silakan membeli! Takkan menyesal!!! :-)) Harganya tetap kok... ;-D

-------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------

Oleh: Muhammad Ikhwan Anas

anaz_filatelis@yahoo.com

Baca Selengkapnya...

Yogyakarta (Anas Filatelis) - Perfilman nasional yang dalam dekade ini mengalami kemajuan pesat sudah semestinya juga memiliki tokoh-tokoh perfilman yang TOP pula. Maka dari itu, beberapa waktu lalu lembaga survei Frontier bekerjasama dengan Metro TV mengadakan sebuah Survei yang mengikutsertakan 600 responden.

Nah, pertanyaan besar kita: Mengapa harus diadakan survei ini???

Yah, kita coba dengan hati-hati menjawab. Industri perfilman nasional, seperti yang aku telah utarakan di atas memang tak lepas dari para sineas kreatif. Tak hanya untuk dekade ini! Bahkan untuk dekade ketika film mengalami mati suri dan masa sebelumnya, Indonesia telah memiliki nama-nama yang bisa dijadikan jaminan.



Dan hasil survei itu memang tidak 100% akurat. Namun untuk sekitar 95% hasilnya bisa dipertanggung jawabkan. Mengingat data survei yang disajikan adalah berdasarkan prestasi yang telah dicapai para sineas. Baik di ajang Nasional ataupun Internasional!

Surprise-nya, dua sineas ’pembuat ulah’, yang telah berhasil memfilmkan novel Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, sekaligus tokoh sekawan perfilman yang paling aku gandrungi: Riri Riza dan Mira Lesmana berhasil menembus angka 5 besar!!! Mengalahkan beberapa sineas yang lebih senior! Great!!!

Dengan demikian, diharapkan bahwa: agar mata masyarakat Indonesia menyaksikan dengan mata mereka sendiri bahwa Indonesia masih memiliki tangan-tangan berbakat. Yang patut diacungi jempol dan patut kita hargai. Kita tak perlu berkecil hati dengan negara lain, hanya karena film dari luar bisa dengan mudah menembus dunia. Kini perfilman Indonesia sudah mulai bangkit kok.

Okelah... Inilah hasil surveinya (diurutkan berdasarkan peringkatnya [posisi, prosentase tertinggi hasil survei, dimulai dari peringkat 1-10]):

1. Deddy Mizwar

2. Slamet Rahardjo Djarot

3. Teguh Karya

4. Mira Lesmana

5. Riri Riza

6. Rano Karno

7. Cristine Hakim

8. Didi Petet

9. Hanung Bramantyo

10. Eros Jarot

Untuk 10 tokoh yang berhasil masuk dalam sepuluh besar hasil survei "10 Besar Tokoh Perfilman Nasional" aku ucapkan "SELAMAT" Dan... JANGAN LELAH UNTUK TERUS BERKARYA LEBIH BAIK LAGI!!!

-----------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------

Oleh: Muhammad Ikhwan Anas

anaz_filatelis@yahoo.com

Baca Selengkapnya...